Amanah Takaful News

STRESS DAN DEPRESI EMANG BEDA YA ?

Sahabat, merupakan hal yang wajar jika kita sebagai manusia mengalami stress. Karena selama kita hidup, sudah pasti banyak diberikan berbagi ujian rintangan yang makin hari makin tinggi levelnya. Maka, stress adalah hal yang wajar. Tapi bagaimana dengan depresi ?, karena banyak juga orang yang bilang dirinya depresi saat memasang wajah yang kusut. 

Jadi sebenernya stress atau depresi sih ? apa mereka sama ?

Dan jawabannya, “TIDAK SAMA” loh sahabat. Stress dan Depresi memiliki perbedaan mendasar. Stres biasanya dimulai dari rasa kewalahan akibat banyaknya tekanan dari luar dan dari dalam diri sendiri dalam waktu cukup lama. 

Berbeda dengan stres, depresi adalah sebuah penyakit mental yang berdampak buruk pada suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi pada penderitanya. Depresi bukan tanda ketidakbahagiaan atau cacat karakter. Depresi bukanlah keadaan yang wajar ditemui seperti stres atau panik. Orang yang terserang depresi biasanya akan merasa hilang semangat atau motivasi, terus-menerus merasa sedih dan gagal, dan mudah lelah.

Kondisi ini bisa berlangsung selama enam bulan atau lebih. Maka, orang yang menderita depresi biasanya akan sulit menjalani kegiatan sehari-sehari seperti bekerja, makan, bersosialisasi, belajar, bahkan berkendara secara normal.

Nah, jika stres berat tidak segera ditangani, ia dapat berkembang menjadi gangguan kejiwaan kronis seperti depresi. Bahkan pada beberapa kasus, gejala depresi bisa muncul tanpa didahului oleh stres.

Baca Juga : yang patah tumbuh yang hilang berganti

Supaya mudah, kita perlu mengetahui beberapa perbedaan gejala stress dan depresi.

Stres dapat terjadi pada siapapun, termasuk pada anak – anak usia sekolah. Orang yang mengalami stres bisa memiliki beberapa gejala yang antara lain,

  • Sulit tidur
  • Gangguan daya ingat
  • Gangguan berkonsentrasi
  • Perubahan pola makan
  • Mudah marah dan tersinggung
  • Sering gugup atau gelisah
  • Merasa kewalahan dengan pekerjaan di sekolah atau kantor
  • Merasa takut tidak bisa menyelesaikan tugas-tugas dengan baik

Berbeda dengan stres, gejala depresi jauh lebih rumit. Kemunculannya pun bisa bertahap sehingga sulit untuk benar-benar menyadari kapan depresi pertama kali menyerang. Penderita depresi mengalami beberapa gejala, yakni 

  • Menarik diri dari lingkungan sosial dan keluarga
  • Merasa sedih seolah-olah tidak ada harapan lagi
  • Hilang semangat, motivasi, energi, dan stamina
  • Sulit mengambil keputusan
  • Makan lebih sedikit atau lebih banyak dari biasanya
  • Tidur lebih sebentar atau lama dari biasanya
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sulit mengingat-ingat
  • Merasa bersalah, gagal, dan sendirian
  • Berpikiran negatif secara terus-menerus
  • Mudah kecewa, marah, dan tersinggung
  • Sulit menjalani kegiatan sehari-hari
  • Hilang minat pada hal-hal yang biasanya dinikmati
  • Adanya pikiran untuk bunuh diri

Ketika dilanda stres, sahabat tahu pasti apa pemicunya dan hal yang sedang sahabat hadapi. Biasanya hal ini berhubungan dengan tantangan yang sahabat temui sehari-hari seperti deadline pekerjaan, tagihan keuangan, atau urusan rumah tangga.

Baca Juga : generasi sandwich : jangan jadikan buah hati sebagai alat pencetak uang

Tapi tak sedikit juga stres berasal dari dalam diri, dipicu oleh imajinasi atau pikiran yang sedang tidak jernih sehingga timbul skenario-skenario buruk yang belum tentu terjadi. Biasanya ini akan menghilang ketika peristiwa yang sahabat cemaskan sudah terlewat.

Berbeda dengan stres, depresi membuat sahabat tidak berdaya untuk mengetahui apa yang menjadi kekhawatiran. Gejalanya dapat muncul tanpa harus berada di situasi tertentu. Depresi dapat membatasi fungsi sahabat sebagai manusia.

Dan jika sudah sampai tahapan gejala depresi, sahabat tidak boleh menyepelekannya, karena dampaknya yang sangat berbahaya. Dampak depresi lainnya yang tak kalah bahaya ialah dapat terserang obesitas akibat perubahan pola makan yang drastis dan kurang berolahraga, menurunkan kemampuan otak serta meningkatkan risiko Alzheimer dan stroke, bahkan tak sedikit yang mencoba mengakhiri hidupnya. 

Nah, mulai sekarang jangan remehkan stres dan depresi ya sahabat, khususnya jika sahabat mengalami gejala – gejala yang dirasakan orang depresi, segera ambil tindakan, konsultasi pada ahlinya, yakin bahwa pertolongan Allah itu ada dan tidak ada salahnya menCeritakan situasi Anda dengan jujur pada orang-orang terdekat Anda agar mereka bisa mendukung dan membantu Anda sembuh lebih cepat.

sumber : www.hallosehat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Bisa kami bantu?
Assalamuallaikum..